Senin, 24 November 2014
Attack My Self
Musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri.
Tak sadarkah jika kita itu egois, apatis, sulit memaafkan dan keras kepala? Itulah kita, kalau kita mau maju dan bekembang jadi lebih baik, buanglah jauh sikap itu dari diri kita, kalau masih belum mampu singkirkan perlahan, dengan cara sedikit legowo terhadap kejadian yang tak sesuai yang kita mau, hdiup itu tak semudah membalikkan telapak tangan, memaafkan kesalahan orang, meminta maaf, dan mengucap teima kasih, itu adalah hal kecil yang sangat berpengaruh besar dalam kehidupan kita, dalam interaksi antar sesama.
Perangi sifat-sifat yang lekat dalam diri kita:
*Egois: Selalu mau menang sendiri dan menganggap dirimu itu benar? Sikap itu yang sering dibenci orang, dan sadarkah orang yang membenci mempuyai sikap yang sama? Sebelum nge-judge orang kita intospeksi dulu, mau mendengarkan, saling berbagi dan respect sama lingkungan, mengalah demi kabaikan, perlahan sikap egois agan hilang dari diri kita.
*Apatis: Hindarilah sikap acuh, tak peduli, masa bodoh dan cuek terhadap keluarga, sesama teman, tetangga, sosial, atau kehidupan fisik, ingat bahwa kita hidup dalam lingkungan sosial, kita dibutuhkan dan membutuhkan orang lain sebagai pelengkap kita, jika kita masih masa bodoh, cuek dan tidak peduli, kita akan dijauhin orang dan selalu diasingkan, mulailah tanggap dan sigap terhadap apapun, karna saling memahami dan mengerti akan memudahkan kita bersosialisasi
*Sulit memaafkan: apa seorang jika ada kesalahan sedikitpun tanpa disengaja, kita tak mau memaafkan dan tak mau mendengar alasannya? Itu hal yang sangat salah, manusia itu tempatnya khilaf, selalu lupa dan sering salah, wajarkan? Kitapun demikian, tapi krisisnya kesadaran dalam diri kita, dan merasa kitalah yang benar. Yakin lah jika kita memaafkan kesalahan orang sekecil apapun, ada rasa lega terhadap batin kita.
*Keras Kepala: pernah dijuluki sebagai kepala batu atau manusia batu? Mungkin diri kita yang teguh akan kemauan dan pendirian kita, seakan apa yang kita yakini dan kita jalani itu benar, tanpa mau mendengarkan saran dan kritik orang lain, tak mau mengubah kehendak, dan tidak mau menuruti nasehat orang. Kita mungkin sering menasehati orang, tapi sebelum menasehati orang lain kita harus belajar menerima nasehat.
Hal yang saya uraikan diatas juga terjadi dalam diri saya, maka bercermin pada diri sendiri, dan merubah pola pikir serta sifat negatif dalam diri itu memang sulit, karna kita belum terbiasa. Tapi melakukan semua itu dengan perlahan, dan dijalani dengan ikhlas, yakin pasti kita bisa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar